Menyikapi fenomena
masysrakat yang sedang marak saat ini dalam kaitannya dengan keimanan kepada
Tuhan sangat beragam mulai dari kegiatan dalam lingkup pribadi atau keluarga
sampai dengan pergaulan yang lebih luas dalam masyarakat, profesi, bisnis dan perdagangan.
Salah satu fenomena yang menjadi tren saat ini dan sedang ramai dibicaarakan di
media antara lain apa yang disebut ‘guru spiritual’, yaitu sebutan bagi tokoh
yang oleh seseorang dianggap menjadi panutan, tempat bertanya atau curhat, dan
sekaligus merupakan figur yang dipercaya memberi kekuatan maupun bimbingan
dalam menghadapi masalah-masalah dunia yang sangat komplek.
Para artis terkenal, selebrita,
bahkan pemimpin dunia banyak yang menyandarkan dirinya pada peran guru
spiritual sebagai tempat bertumpu, bahkan meyakini sebagai sumber kekuatan atas
kesuksesannya. Tercatat dalam rekaman berita, penyanyi Madonna mempunyai guru
spiritual seorang rabbi yang mengilhami karya dan penampilannya yang sukses, dan
tidak segan-segan mengucurkan sebagian
(besar) penghasilannya yang jutaan dollar kepada gurunya. Demikian juga bintang
film Holywood Richard Gere, memilih Dalai Lama XIV seorang pemimpin Budha dari
Tibet sebagai guru spiritualnya, sedangkan Tom Cruise dengan gurunya seorang pendiri
faham Scientologi yaitu suatu faham kepercayaan baru di Amerika Serikat, bahkan
pemain sepak bola terkenal Roberto Baggio yang memilih guru spiritualnya bhiksu
Budha aliran Soka Gakkai dari Jepang. Akhir-akhir ini kita kenal Nicolas Maduro sang
wakil presiden Venezuela yang sat ini menjabat sebagai presiden setelah
wafatnya presiden Hugo Chavez, memiliki guru spiritual seorang pendeta Hindu
dari India Sai Baba.
Di Indonesia kita
kenal Eyang Subur, sosok kontroversial yang sedang menjadi topik pembicaraan
terkait kedekatannya di kalangan artis-artis dan selebrita. Sebagian dari
mereka menjadikannya sebagai guru spiritual, namun sebagian dari mereka
akhir-akhir ini mulai meragukan ajarannya dan menganggap sebagai aliran sesat. Masih
banyak lagi di tanah air kita ini mereka yang dianggap guru spiritual dengan
maksud kurang lebih sama dengan contoh-contoh di atas.
Dakwah dan Guru Spiritual
Adanya seorang ‘guru
spiritual’ di kalanan para tokoh-tokoh terkenal dari berbagai profesi dan
lapangan pekerjaan, menunjukkan bahwa setiap orang sebagai manusia di manapun,
pada tingkat sosial apapun dengan beragam kondisi kesejahteraannya, memerlukan
pegangan hidup untuk ketenangan jiwanya.
Dengan kata lain, manusia sebagai makhluk Allah yang Maha Pengasih dan Maha
Penyayang, secara sadar atau tidak mereka membutuhkan bimbingan dan petunjuk
dari Allah Swt.
Di dalam setiap diri
manusia adalah suara nurani, dan apabila setiap orang menyadari betapa lemah
dirinya di hadapan Allah, dan betapa kuasa dan perkasa Dia Yang Maha Agung itu,
suara yang mereka dengarkan ltu adalah suara fithrah manusia. Setiap orang
memiliki fithrah itu, dan terbawa serta olehnya sejak kelahiran. Walau
seringkali karena kesibukan dan dosa-dosanya ia terabaikan, suaranya menjadi lemah
hingga tidak terdengar lagi. Tetapi bila diusahakan untuk didengarkan, kemudian
benar-benar tertanam dalam jiwa, akan hilanglah segala ketergantungan kepada
unsur-unsur lain kecuali kepada Allah. Tiada tempat begantung, tiada tempat menitipkan
harapan, dan tiada tempat mengabdi kecuali kepada-Nya. Laa haula wa laaquwwata illaa billaahil ‘Alyyil Azhiim - Tiada
daya untuk memperoleh manfaat, tiada pula kuasa untuk menolak mudharat kecuali
bersumber dari Allah Yang Maha Tinggi
lagi Maha Agung. Dan dengan demikian tidak ada lagi rasa takut yang
menghantui atau mencengkeram, tiada pula rasa
sedih yang mencekam.
“Sesungguhnya orang-orang yang berkata (berprinsip) bahwa
Tuhan Pemelihara kami adalah Allah, serta istiqamah dengan prinsip itu, akan
turun kepada mereka malaikat (untuk menenangkan mereka sambil berkata): “Jangan
takut, jangan bersedih, berbahagialah kalian dengan surga yang dijanjikan.” (QS
Fushshilat 41: 30).
“Orang-orang yang beriman dan jiwa mereka menjadi
tenteram karena mengingat Allah. Memang hanya dengan mengingat Allah lah jiwa
menjadi tenteram.”
(QS Al-Ra’d 113: 28).
Inilah sebenarnya
yang ‘dicari’ oleh para tokoh dan selebriti, bahkan setiap insan hamba Allah,
sebagai pegangan hidup dan untuk menangkan jiwa. Maka dengan dakwah manusia
diingatkan untuk selalu mendengar suara nurani ini.
Syirik dan Aliran Sesat
Firman Allah dalam
Al-Qur’an: “Sesungguhnya Allah tidak
mengampuni dosa syirik dan Dia mengampuni dosa selain dari syirik itu.....” (QS
An-Nisaa’ 4: 48).
Inti dari ajaran
Islam adalah Tauhid, tidak ada Tuhan selain Allah. Sebagian besar surat-surat
Al-Qur’an isinya melarang manusia menduakan-Nya. Dari kisah-kisah para Nabi
yang terdahulu, seperti Nabi Musa, Ibrahim, Isa dan lainnya, menekankan agar
manusia jangan melakukan perbuatan syirik. Allah sangat murka kepada hamba-Nya
yang memprersekutukan Dia, sebagaimana firman Allah tersebut di atas. Karenanya
itu tidak ada ampunan bagi orang yang mempersekutukan Dia.
Ayat-ayat Al-Qur’an
yang menerangkan besarnya murka Allah
pada orang yang melakukan syirik:
“Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata:
‘Sesungguhnya Allah ialah Al-Masih putera Maryam’ padahal Al-Masih (sendiri)
berkata: ‘Hai Bani Israil, sembahlah Allah, Tuhanku dan Tuhanmu’. Sesungguhnya
orang-orang yang mempersekutukan Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya
surga, dan tempatnya adalah neraka tidaklah
ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolongpun.” (QS Al-Maidah 5: 72).
Ayat di atas
menerangkan bahwa orang yang berpendirian (haqqul
yakin) bahwa Allah itu Al-Masih putera Maryam, atau keyakinan yang
menyimpang dari makna ‘la ilaaha ilallah’
dan kemudian mati dalam keadaan keyakinan seperti itu, maka Allah
mengharamkan surga bagi mereka.
Ayat yang lain dalam
Al-Qur’an: “Dan Kami telah
menganugerahkan Ishak dan Yakub kepadanya. Kepada keduanya masing-masing telah
Kami beri petunjuk, dan kepada Nuh
sebelum itu (juga) telah Kami beri petunjuk, dan kepada sebagian dari
keturunannya (Nuh) yaitu Daud, Sulaiman, Ayyub, Yusuf, Musa dan Harun.
Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. Dan
Zakaria, Yahya, Isa dan Ilyas, semuanya termasuk orang-orang yang shaleh. Dan
Ismail, Ilyasa’ Yunus dan Luth, masing-masing Kami lebihkan derajatnya di atas
ummat (di masanya). Dan Kami lebihkan (pula) derajat sebagian dari bapak-bapak mereka, keturunan
mereka dan saudara-saudara mereka. Dan Kami telah memilih mereka (untuk menjadi
Nabi-nabi dan rasul-rasul), dan Kami menunjuki mereka ke jalan yang lurus.
Itulah petunjuk Allah, yang dengannya Dia memberi petunjuk kepada siapa yang
dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya. Seandainya mereka mempersekutukan
Allah, niscaya lenyaplah dari mereka amalan yang telah mereka kerjakan. Mereka
itulah orang-orang yang telah Kami berikan kepada mereka kitab, hikmat dan
kenabian.” (QS Al-An’aam 6: 84-88)
Yang Termasuk Dalam Katagori Syirik
Termasuk dalam
katagori syirik adalah setiap perbuatan yang dapat merusak keimanan. Hal ini
seperti misalnya, percaya kepada keris pusaka, jimat, isim dan benda lain
serupa itu, yang kemudian benda-benda itu dijadikan andalan sebagai pelindung
keselamatan, pemberi rezeki dan sebagainya.
Meskipun harus diakui bahwa ‘benda-benda’ itu mempunyai kekuatan gaib
(kadang-kadang dapat dibuktikan khasiatnya), namun janganlah kita sampai tergoda
untuk menjadikannya sebagai pelindung atau andalan hidup.
“Perumpaman orang-orang yang mengambil pelindung-peindung
selain Allah adalah seperti laba-laba yang mebuat rumah. Dan sesungguhnya rumah
yang paling lemah itu ialah rumah lba-laba kalau mereka mengetahui”. (QS
Al-Ankabuut 29: 41).
Meskipun sudah sangat
jelas dikatakan dalam ayat tersebut, namun masih banyak orang-orang yang
meminta perlindungan kepada jin, makam keramat atau sejenisnya. Meskipun
diantara mereka ada yang kelihatannya sukses, namun tetap diingatkan agar
janganlah mengikutinya, karena dosa syirik itu tidak terampuni.
Jenis-Jenis Syirik
Syirik secara umum
dapat dikatakan sebagai kecondongan untuk bersandar pada sesuatu ataupun
seseorang selain Allah. Hal ini hanya terjadi pada orang-orang yang tidak mampu
mengendalikan nafsu jahatnya, karena memang sesungguhnya nafsu jahat itu lebih
suka menyembah produk imajinasinya sendiri. Ada 4 (empat) jenis syirik:
1. Syirk ul-Ilm
Inilah
syirik yang umumnya terjadi di kalangan ilmuwan. Mereka mengagungkan ilmu
sebagai maha segalanya, dan mereka tidak mempercayai pengetahuan yang
diwahyukan Allah. Sebagai contoh, mereka mengatakan bahwa manusia berasal dari
kera, mereka iuga percaya bahwa ilmu pengetahuan kelak akan dapat menemukan
formula agar manusia tidak perlu mengalami mati dan lain sebagainya.
2. Syirikut-Tasarruf
Syirik
jenis ini pada prinsipnya, disadari atau tidak oleh pelakunya, menentang bahwa
Allah Maha Kuasa dan segala kendali atas penghidupan manusia berada di tangan-Nya. Mereka percaya adanya
perantara bagi Allah, dan percaya pula bahwa sang perantara itu mempunyai
‘kekuasaan dan kekuatan’. Contohnya dalam hal ini adalah; kepercayaan bahwa
Nabi Isa As. itu anak Tuhan, percaya pada dukun, tukang-tukang sihir atau ahli
nujum, ‘orang pintar’, percaya pada ‘jimat’, patung, dan lain yang sejenis.
3. Syirkul-Ibadah
Yaitu
syirik yang menuhankan pikiran, ide-ide atau fantasi. Mereka hanya percaya pada
fakta-fakta konkret yang berasal dari pengalaman lahiriah. Seorang yang tidak bertuhan (atheist), termasuk dalam jenis ini dan biasanya
memuja pengingkaran terhadap Tuhan.
4. Syirk ul ‘Adah
Ini
adalah kepercayaan terhadap takhayul. Sebagai contoh, percaya bahwa 13 adalah
angka sial, sehingga tidak mau dan menghindari menggunakan angka tersebut; menghubungkan kucing hitam dengan
kejahatan; jangan bepergian pada hari Saptu; jangan melakukan upacara
perkawinan pada hari-hari tertentu; menempelkan gambar atau simbul pada
kendaraan supaya selamat; dan sebgainya.
Syirik, Dosa Yang Tidak Terampuni
Dosa akibat perbuatan
syirik tidak akan pernah diampuni oleh Allah Yang Maha Pengasih dan Maha
Pengampun. Oleh karena Itu, satu-satunya jalan bagi orang-orang yang pernah
melakukan perbuatan syirik, upaya untuk membersihkan diri adalah disamping
bertobat kepada Allah, juga harus ‘dengan sekuat tenaga’ memperbanyak perbuatan
amal shaleh. Karena dengan begitu Insya Allah, dosa besar akibat syirik yang
pernah dilakukannya dapat diimbangi dengan pahala yang dianugerahkan-Nya.
Firman Allah: “Barang siapa membawa amal yang baik maka
baginya (pahala) sepuluh kali lipat amalnya, dan barang siapa membawa perbuatan
yang jahat maka dia tidak diberi pembalasan melainkan seimbang dengan
kejahatannya, sedang mereka sedikitpun tidak dirugikan”. (QS Al-An’aam
6: 160).
“Hai orang-orang yang beriman, jika kamu bertakwa kepada
Allah, niscaya Dia akan memberikan kepadamu furqan dan menghapuskan segala
kesalahan-kesalahanmu dan mengampuni dosa-dosamu. Dan Allah mempunyai karunia
yang besar.” (QS Al-Anfaal 8: 29).
Janganlah kita
sekali-kall menggunakan ‘isim’, ‘susuk’ ataupun ‘jimat’ dalam bentuk apapun,
dan untuk tujuan apapun. Cukuplah Allah sebagai Pelindung, karena Dia adalah
sebaik-baik Pelindung dan sebaik-baik Penolong (QS Al-Anfaal 8: 40). Perlu pula
diingat firman Allah berikut ini:
“Katakanlah: “Apakah patut kamu mencari pelindung kepada
selain Allah, pencipta langit dan bumi?” (QS
Al-An’am 6: 14).
Jangan pula kita
meminta pertolongan atau berkolusi dengan bangsa jin. Memang jin dapat diajak
bekerjasama atau ditundukkan, namun perlu diingat, tokoh panutan kita
Rasulullah Saw tidak pernah mau bekerjasama dengan makhuk ini. Al-Qur’an pun
menegaskan bahwa hal tersebut lebih banyak mudharatnya dari pada manfaatnya.
“Dan bahwasanya ada beberapa orang laki-laki di antara
manusia meminta perlindungan kepada beberapa laki-laki di antara jin,maka
jin-jin itu menambah bagi mereka dosa dan kesalahan.” (QS Al-Jin 72: 6).
Menjaga Diri Dari Perbuatan Syirik
Seorang yang beriman
wajib menjaga dirinya dari perbuatan syirik yang melemahkan imannya.
Bila seseorang
mengalami musibah, banyak di antara mereka meminta pertolongan kepada ‘dukun’
(istilah yang penulis gunakan untuk mereka yang dianggap sebagai ‘orang
pintar’). Meskipun banyak dukun yang berstatus juga sebagai ‘kiai’, ‘ajeungan’ atau ‘ulama’, namun dalam melakukan prakteknya
di antara mereka ada yang melakukan perbuatan menjurus kepada syirik. Dari tinjauan
dan pengalaman, dukun itu terdiri dari dua kategori.
Kategori pertama,
dukun yang menggunakan perantara seperti, keris atau pun makhluk halus dari
bangsa jin. Ciri dukun semacam ini adalah antara lain; suasananya seram,
penampilannya gagah, ucapannya sombong, suka pamer atau memberitahukan kebiasaan
dan kesuksesannya. Nasihat yang diberikan sedikit sekali yang berasal dari
Al-Qur’an atau Hadits.
Kategori kedua, dukun
yang tidak menggunakan perantara seperti disebutkan di atas, tapi langsung
berkomunikasi dengan Allah. Ciri dukun semacam ini adalah; suasananya sejuk,
sehingga kita merasa betah bersamanya, ucapannya tidak sombog, dan selalu
memberikan nasihat yang diambil dari ayat-ayat Al-Qur’an dan Hadis.
Baik dukun yang
tergolong katagori pertama maupun kedua, selalu mengatakan bahwa mereka tidak
mampu melakukan apa-apa, semua semata-mata tergantung kehendak Allah.
Orang yang meminta pertolongan
kepada dukun katagori pertama, biasanya tidak perlu melakukan usaha-usaha untuk
mendekatkan diri kepada Allah, dia cukup melaksanakan syarat-syarat yang
ditentukan oleh dukun itu, di mana syarat-syarat tersebut sama sekali tidak
akan meningkatkan ketakwaan orang itu kepada Allah. Sedangkan orang yang
meminta bantuan pada dukun katagori kedua, harus aktif melakukan usaha sendiri
untuk mendekatkan diri kepada Allah, sedang peran sang dukun hanya sebagai pembimbing
saja. Jadi sukses atau tidaknya maksud orang itu tergantung pada upayanya
sendiri dalam mematuhi perintah Allah Swt.
Bila
ingin meminta bantuan seorang dukun, maka sabaiknya carilah seorang dukun yang
semata-mata hanya menggunakan kekuatan doa langsung kepada Allah, dan bersedia
membimbing agar dapat berhubungan sendiri dengan Allah, jadi fungsi dukun di
sini adalah memberikan bantuan nasehat mendekatkan kepada Allah, intinya adalah
meningkatkan ketakwaan kepada Allah Swt.
Kesimpulan
Sebagai
penutup disampaikan hal-hal sebagai berikut: Fenomena ‘guru spiritual’
menunjukkan bahwa setiap manusia, memerlukan pegangan hidup untuk ketenangan jiwanya. Inti dari
ajaran Islam adalah Tauhid, tidak ada Tuhan selain Allah. Allah sangat murka
kepada hamba-Nya yang memprersekutukan Dia, Karenanya itu tidak ada ampunan
bagi orang yang mempersekutukan Dia. Seorang yang beriman wajib menjaga dirinya
dari perbuatan syirik yang melemahkan imannya. Bila ingin mencari guru sebagai
panutan dan pembimbing rohani, upayakan untuk tidak menjurus ke arah
mengkultuskan seseorang dan menghindarkan dari perbuatan syirik.
Mohammad
Kamal
No. 182
Awas dan waspada: Guru spiritual, dukun santet, ustad terapis, dukun kejawen dan ....
BalasHapusAss. Om Hermanto, barusan buka al mustaqiim, ada yg menarik bagi saya, yaitu 10 prinsip membangun masyarakat Islami (spmmi), kok gak bisa dibuka kenapa? Saya ingin penjelasannya dibuka bagian sebelah mana? (via sms).
BalasHapus'Alaikumsalam. Silakan buka arsip Deseember 8008 dan Januari & Februari 2009. Saya khilaf baru sadar kalau ada yang menanyakan hal ini, maka mulai hari ini saya cantumkan petunjuk itu lajur tengah bagian atas, sedangkan daftar arsip ada di lajur kanan bagian atas juga. Terima kasih atas pertanyaan Anda. Wass.
HapusOke, terima kasih bisa utk materi ceramah terbaru.
HapusBerkat pertanyaan Anda di atas, akhirnya kami telah menyusun kembali SPMMI dan menampilkan di lajur kanan No. 1, sehingga pembaca lebih mudah membaca secara keseluruhan. Wassalam
Hapus