KETIKA MANUSIA BANGKIT DARI KUBUR
Pada Bagian Ketiga yang lalu, kita telah mencermati beberapa fenomena di masyarakat dan fenomena alam yang menandai akan datangnya kiamat seperti banyak terjadinya kejahatan, bencana dan lain sebagainya. Pada hari Kiamat para penghuni kubur dibangkitkan kembali dari kuburnya. Lalu apa yang akan terjadi ketika setelah sangkala kiamat ditiup oleh Malaikat Israfil.
Pada Bagian Ketiga yang lalu, kita telah mencermati beberapa fenomena di masyarakat dan fenomena alam yang menandai akan datangnya kiamat seperti banyak terjadinya kejahatan, bencana dan lain sebagainya. Pada hari Kiamat para penghuni kubur dibangkitkan kembali dari kuburnya. Lalu apa yang akan terjadi ketika setelah sangkala kiamat ditiup oleh Malaikat Israfil.
Blogger Walijo.com/, pembaca Al-Mustaqiim telah mengirimkan tulisan berjudul ‘Ketika Manusia
Bangkit dari Kubur’ kepada Al-Muustaqiim yang memuat percakapan Muaz bin Jabal Ra dengan Rasulullah
Saw. Berikut kutipannya, “Wahai Rasulullah, tolong jelaskan kepadaku mengenai
firman Allah Swt: Pada sangkakala ditiup, maka kamu sekalian datang berkelompok-kelompok.” (QS An-Naba’ 78: 18). Mendengar pertanyaan itu, Rasul menangis dan basah
pakaian dengan air mata. Lalu menjawab, “Wahai Muadz, engkau telah bertanya
kepada aku, perkara yang amat besar, bahwa umatku akan digiring, dikumpulkan
berbaris-baris menjadi 12 barisan, masing-masing dengan pembawaan mereka
sendiri….” Maka dijelaskanlah oleh
Rasulullah ke 12 kelmpok barisan tersebut sebagai berikut:
Pertama.
Bangkit dari kubur dengan tidak bertangan dan berkaki. Keadaan mereka ini
dijelaskan melalui satu seruan dari sisi Allah Yang Maha Pengasih: “Mereka
itu adalah orang-orang yang sewaktu hidupnya menyakiti hati tetangganya, maka
demikianlah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka…”
Kedua. Bangkit
dari kubur berbentuk babi hutan. Datanglah suara dari sisi Allah Yang Maha
Pengasih: “Mereka itu adalah orang yang sewaktu hidupnya meringan-ringankan
shalat, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka…”
Ketiga.
Ketika Bangkit dari kubur, Mereka berbentuk keledai, sedangkan perut mereka
penuh dengan ular dan kala jengking. “Mereka itu adalah orang yang enggan
membayar zakat, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah
neraka…”
Keempat.
Bangkit dari kubur dengan keadaan darah seperti air pancutan keluar dari mulut
mereka. “Mereka itu adalah orang yang berdusta di dalam jual-beli, maka
inilah balasannya dan tempat mereka adalah neraka…”
Kelima.
Bangkit dari kubur dengan bau lebih busuk daripada bangkai. Ketika itu Allah
Swt menurunkan angin sehingga bau busuk itu mengganggu ketenteraman di Padang
Mahsyar. “Mereka itu adalah orang yang menyembunyikan perlakuan durhaka,
takut diketahui oleh manusia tetapi tidak pula rasa takut kepada Allah Swt,
maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka…”
Keenam.
Bangkit dari kubur dengan keadaan kepala mereka terputus dari badan. “Mereka
adalah orang yang menjadi saksi palsu, maka inilah balasannya dan tempat
kembali mereka adalah neraka…”
Ketujuh.
Bangkit dari kubur tanpa mempunyai lidah tetapi dari mulut mereka mengalir
keluar nanah dan darah. “Mereka itu adalah orang yang enggan memberi
kesaksian di atas kebenaran, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka
adalah neraka…”
Kedelapan. Bangkit
dari kubur dalam keadaan terbalik dengan kepala ke bawah dan kaki ke atas. “Mereka
adalah orang yang berbuat zina, maka inilah balasannya dan tempat kembali
mereka adalah neraka…”
Kesembilan.
Bangkit dari kubur dengan berwajah hitam gelap dan bermata biru sementara dalam
diri mereka penuh dengan api gemuruh. “Mereka itu adalah orang yang makan
harta anak yatim dengan cara yang tidak sebenarnya, maka inilah balasannya dan
tempat kembali mereka adalah neraka…”
Kesepuluh.
Bangkit dari kubur mereka dalam keadaan tubuh mereka penuh dengan penyakit
sopak dan kusta. “Mereka adalah orang yang durhaka kepada orang tuanya, maka
inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka…”
Kesebelas.
Bangkit dari kubur mereka dengan berkeadaan buta mata-kepala, gigi mereka
memanjang seperti tanduk lembu jantan, bibir mereka melebar sampai ke dada dan
lidah mereka terjulur memanjang sampai ke perut mereka dan keluar beraneka
kotoran. “Mereka adalah orang yang minum arak, maka inilah balasannya dan
tempat kembali mereka adalah neraka…”
Keduabelas.
Mereka Bangkit dari kubur dengan wajah yang bersinar-sinar laksana bulan
purnama. Mereka melalui titian sirothol mustaqim seperti kilat. Maka, datanglah
suara dari sisi Allah Yang Maha Pengasih memaklumkan: “Mereka adalah orang
yang beramal shalih dan banyak berbuat baik. Mereka menjauhi perbuatan durhaka,
mereka memelihara shalat lima waktu, ketika meninggal dunia keadaan mereka
sudah bertaubat, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah
syurga, mendapat keampunan, kasih sayang dan keridhaan Allah Yang Maha
Pengasih…”Demikian yang kami kutip dari dari kiriman Walijo. com/.
Selanjutkan para penghuni neraka akan menjalani hukuman berupa balasan yang sangat pedih.
Balasan yang mereka derita dalam neraka itu bermacam-macam sekali, sebagaimana firman Allah Swt
- “Dalam neraka Jahannam, lalu dibakar dengannya dahi mereka, lambung dan punggung mereka.” (QS At-Taubah 9: 35). “Ketika belenggu dan rantai dipasang di leher mereka, supaya mereka diseret, ke dalam air yang sangat panas, kemudian mereka dibakar dalam api.” (QS Al-Mu’min 40: 71-72).
- “Peganglah dia kemudian seretlah dia ketengah-tengah neraka. Kemudian tuangkanlah di atas kepalanya (dari) air yang amat panas. Rasakanlah, sesungguhnya kamu orang yang perkasa lagi mulia.” (QS Ad-Dukhan 44: 47-49).
- “Peganglah dia lalu belenggulah tangannya kelehernya. Kemudian masukkanlah dia ke dalam api neraka yang menyala-nyala. Kemudian belitlah dia dengan rantai yang panjangnya tujuh puluh hasta.” (QS Al-Haqqah 69: 30-32).
Sebelum
mengakhiri membaca tulisan bersambung ini, kita perlu menyimak Sabda Rasulullah Saw, “Sesungguhnya
penghuni neraka yang paling ringan balasannya ialah orang yang diberi
sepasang sandal yang talinya terbuat dari api neraka, lalu
mendidihlah otaknya karena panas, laksana air panas mendidih di
dalam periuk. Dia mengira tiada seorangpun yang menerima balasan lebih
dahsyat dari itu, padahal dialah orang yang mendapat balasan paling ringan.”
(HR Bukhari, Muslim).
Dengan adanya 'informasi' ini tentu kita harus menghimdar agar kita tidak tergelincir masuk neraka. Ada baiknya kita ketahui tentang jenis-jenis neraka dan para penghuninya:
Dengan adanya 'informasi' ini tentu kita harus menghimdar agar kita tidak tergelincir masuk neraka. Ada baiknya kita ketahui tentang jenis-jenis neraka dan para penghuninya:
- Neraka Jahannam (QS Al-Hijr 15: 43). Dihuni oleh para pengikut syeitan.
- Neraka Sya’iir (QS Al-Insyiqaaq 84: 12-13). Dihuni oleh orang-orang kafir, tidak percaya terhadap akhirat, juga untuk orang yang senang bila mendapat rizki dan marah ketika sulit memperoleh rizki, orang yang memakan harta anak yatim.
- Neraka Shaqar (QS Al-Muddatstsir 74: 42-47). Dihuni oleh orang yang tidak melaksanakan shalat, tidak mau memberi makan orang miskin, dan lainnya. orang yang mendustakan perintah Allah dan rasul. Mereka mengetahui bahwa Allah sudah menentukan hukum Islam melalui lisan Muhammad Saw, tetapi mereka meremehkan syariat Islam.
- Neraka Jahim (QS 26: 91). Dihuni oleh mereka yang menyembah berhala, thagut (harta dan tahta), juga untuk orang yang sesat, orang-orang musyrik atau orang yang menyekutukan Allah. Mereka akan dibalas oleh para sesembahan mereka. Dalam ajaran Islam syirik adalah sebagai salah satu dosa paling besar menurut Allah, karena syirik berarti menganggap bahwa ada makhluk yang lebih hebat dan berkuasa sehebat Allah dan bisa pula menganggap bahwa ada Tuhan selain Allah.
- Neraka Khuthamah (QS Al-Humazah 104: 1-9). Dihuni oleh para pengumpat dan pencela, orang yang gemar mengumpulkan harta berupa berupa emas, perak atau platina, mereka yang serakah tidak mau mengeluarkan zakat harta dan menghina orang miskin. Di neraka ini harta yang mereka kumpulkan akan dibawa dan dibakar untuk diminumkan sebagai balasan kepada manusia pengumpul harta.
- Neraka Ladha (QS Al-Ma'aarij 70: 15-18). Dihuni oleh orang yang tidak beragama, menyimpan harta (kikir), orang yang suka mengumpulkan harta, serakah dan menghina orang miskin. Bagi mereka yang tidak mau bersedekah, membayar zakat, atau bahkan memasang muka masam apabila ada orang miskin datang meminta bantuan.
- Neraka Hawiyah (QS Al-Qaariah 101: 1-11). Dihuni oleh orang yang sedikit amal kebaikannya, mereka yang selama hidupnya mengerjakan kebaikan bercampur dengan keburukan. Orang muslim laki dan perempuan yang tindak tanduknya tidak sesuai dengan ajaran agama Islam, seperti para wanita muslim yang tidak menggunakan jilbab, bagi para lelaki muslim yang sering memakai sutra dan emas, mencari rizky dengan cara tidak halal, memakan riba dan sebagainya, Hawiyah adalah sebagai tempat tinggalnya.
- Neraka Wail. Dihuni oleh orang-orang yang malas melakukan shalat dan para pengusaha atau pedagang yang licik, dengan cara mengurangi berat timbangan, mencalokan barang dagangan untuk mendapatkan keuntungan yang berlipat-lipat. Barang dagangan mereka akan dibakar dan dimasukkan ke dalam perut mereka sebagai adzab dosa-dosa mereka seperti disebutkan di dalam QS Al-Muthaffifiin (83) dan QS At-Thuur (52).
Demikian para penghuni neraka akan
menjalani hukuman berupa balasan yang sangat pedih. Balasan yang mereka derita
dalam neraka itu bermacam-macam sekali, sebagaimana yang difirmankan Allah
seperti berikut: ▪“ Dalam neraka Jahannam, lalu dibakar dengannya dahi
mereka, lambung dan punggung mereka.” (QS At-Taubah 9: 35). “Ketika
belenggu dan rantai dipasang di leher mereka, supaya mereka diseret, ke dalam
air yang sangat panas, kemudian mereka dibakar dalam api.” (QS
Al-Mu’min 40: 71-72). ▪ “Peganglah dia kemudian seretlah dia
ketengah-tengah neraka. Kemudian tuangkanlah di atas kepalanya (dari) air
yang amat panas. Rasakanlah, sesungguhnya kamu orang yang perkasa lagi mulia.”
(QS Ad-Dukhan 44: 47-49). ▪
“Peganglah dia lalu belenggulah tangannya kelehernya. Kemudian masukkanlah dia
ke dalam api neraka yang menyala-nyala. Kemudian belitlah dia dengan rantai
yang panjangnya tujuh puluh hasta.” (QS Al-Haqqah 69: 30-32). ▪
“Maka orang kafir akan dibuatkan untuk mereka pakaian dari api neraka,
disiramkan air yang sedang mendidih ke atas kepala-kepala mereka. Dengan air
itu dihancur luluhkan segala apa yang ada di dalam perut mereka dan juga
kulit-kulit mereka. Dan cambuk-cambuk dari besi. Setiap kali mereka hendak
keluar dari neraka lantaran kesengsaraan mereka, maka mereka dikembalikan ke
dalamnya, (serta dikatakan kepada mereka): “Rasailah azab yang membakar ini.”
(Al-Hajj 22: 19-22).
Sebelum mengakhiri membaca tulisan bersambung ini, kita perlu menyimak Sabda Rasulullah Saw, “Sesungguhnya penghuni neraka yang paling ringan balasannya ialah orang yang diberi sepasang sandal yang talinya terbuat dari api neraka, lalu mendidihlah otaknya karena panas, laksana air panas mendidih di dalam periuk. Dia mengira tiada seorangpun yang menerima balasan lebih dahsyat dari itu, padahal dialah orang yang mendapat balasan paling ringan.” (HR Bukhari, Muslim).
Sebelum mengakhiri membaca tulisan bersambung ini, kita perlu menyimak Sabda Rasulullah Saw, “Sesungguhnya penghuni neraka yang paling ringan balasannya ialah orang yang diberi sepasang sandal yang talinya terbuat dari api neraka, lalu mendidihlah otaknya karena panas, laksana air panas mendidih di dalam periuk. Dia mengira tiada seorangpun yang menerima balasan lebih dahsyat dari itu, padahal dialah orang yang mendapat balasan paling ringan.” (HR Bukhari, Muslim).
Hari
inilah yang akan kita jalani, bukan hari kemarin yang telah berlalu dengan
segala kebaikan dan keburukannya. Hari ini adalah hari kita, kita ucapkan
selamat tinggal masa lalu, tenggelamlah bersama mataharimu. Dan bukan esok
hari, karena hari itu belum tentu datang. Masa depan masih dalam keghaiban.
Kita tidak akan pernah bermain dengan khayalan dan menjual diri hanya untuk
sebuah dugaan. Esok hari adalah sesuatu yang belum diciptakan.
Umur kita mungkin tinggal hari ini. Hari ini seharusnya kita
dengan niat ikhlas mempersiapkan kesenangan yang bersifat kekal abadi di
kampung akhirat nanti. Hari ini milik kita, manfaatkanlah hari ini dengan
sebaik-baiknya untuk menjalani hidup yang benar, sehingga apabila ajal atau
kiamat tiba kita sudah siap. Inilah yang disebut husnul khatimah. Billahit
taufiq wal hidayah.
Hermanto Harsolumakso
No. 236










