Keterangantentang ke-Mahaesaan Allah itu sering kali dikemukakan sebagai pernyataan Allahsendiri, tetapi kadang-kadang dinyatakan sebagai ajaran Rasul-rasul-nya.Menarik untuk kita cermati bahwa dalam surah 7 QS Al-‘Araaf dikemukakanpernyataan empat orang utusan Allah tentang tauhid, yang dikemas menggunakankalimat yang sama: “Wahai kaumku sembahlah Allah, tidak ada Tuhan bagimuselain Dia”. (QS Al-‘Araaf 7: 59,65,73,85). Empat Rasul tersebut yaitu NuhAs, Hud As, Shalih As, dan Syu’aib As merupakan representasi dari semua utusanAllah. Dengan cara ini Al-Qur’an menegaskan bahwa inti ajaran semua Rasul samayaitu Tauhidullah. Bila ada anggapan yang tidak demikian, anggapan tersebutpasti keliru.
Salahsatu ayat yang menyampaikan Tauhidullah secara ekplisit dan sangat lugasadalah ayat 255 QS Al-Baqarah 2, yaitu yang dikenal sebagai Ayat Kursi. Ayat ini menyatakan sebagai berikut:
اللّهُ لاَ إِلَـهَ إِلاَّهُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ لاَ تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلاَ نَوْمٌ لَّهُ مَا فِيالسَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الأَرْضِ مَن ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلاَّبِإِذْنِهِ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ وَلاَ يُحِيطُونَ بِشَيْءٍمِّنْ عِلْمِهِ إِلاَّ بِمَا شَاء وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضَوَلاَ يَؤُودُهُ حِفْظُهُمَا وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ.
“Allah, tidak ada Tuhan (yang berhakdisembah) melainkanDia. Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidakmengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiadayang dapat memberi syafaat di sisi Allah tanpa izin-Nya. Allah mengetahuiapa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidakmengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. KursiAllah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memeliharakeduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.”
Ayat di atasdikenal luas sebagai ‘ayat kursi’, karena di dalamnya terdapat perkataan kursiyyang berarti kedudukan atau kekuasaan. Secara keseluruhan ayat ini memaparkanke-Agungan Allah Swt, Pemilik kekuasaan mutlak atas segala sesuatu. Ayat Kursidibuka dengan kalimat, “Allah, tidak ada Tuhan selain Dia.” Inimerupakan pernyataan keyakinan tauhid yang sangat tegas. Kalimat, “Tidakada Tuhan selain Allah,” berarti hanya Allah sendiri yang mencipta,mengatur dan menguasai alam semesta. Dia, tanpa bantuan siapapun, menciptamatahari, salah satu dari miliaran bintang di alam raya ini. Matahari relatifkecil dibanding bintang-bintang lainnya, tetapi karena letaknya dekat, hanya149 juta kilometer dari bumi, dia nampak jauh lebih besar. Allah menjadikanmatahari kita dari waktu ke waktu secara terus menerus memancarkan energi yangsangat besar: 389 juta miliar miliar watt setiap detik. Allah mencipta bumi danmemperjalankan bumi kita mengelilingi matahari dengan kecepatan tetap yangfantastis: 107 ribu kilometer setiap jam. Allah mencipta air, udara, batu,tanah, logam, mineral, dan menentukan bagi setiap unsur itu sifat-sifat yangkhas. Allah mencipta aneka ragam flora dan aneka jenis fauna, yangmasing-masing bermanfaat bagi manusia. Allah mencipta daging, tulang, darah,paru-laru, jantung, hati, mata, otak, yang berinteraksi satu sama lain sehinggaorang dapat benafas, makan dan minum, bergerak, berpikir, dan beraktivtas yangberaneka rupa. Maka Allah yang mengadakan dan mengatur segala sesuatu itulahsatu-satunya yang pantas dan wajib disembah oleh setiap orang.
Kemudiandinyatakan bahwa Allah yang Maha Esa itu “Al-hayyu dan Al-qayyum- hidup kekal dan terus menerus mengurus makhluk-Nya. Dia hidup terus menerussejak kapanpun sampai kapanpun juga, dan Dia tidak pernah berhenti mengurusmakhluk-Nya sejak makhluk itu ada sampai tidak ada lagi. Allah mengurus cicaksehingga dapat memakan nyamuk yang dapat terbang padahal cicak itu hanya bisamelata di dinding. Allah memberi asupan zat kepada pepohonan meski tanamantidak dapat bergerak. Dia mengembangbiakkan setiap species tetumbuhan dan hewan,ada yang secara vegetatif dan ada yang generatif. Dia menggerakkan paru-parumanusia dengan gerakan mengembang mengempis untuk memasukkan udara bersh danmengeluarkan udara kotor. Dia menggerakkan dan menjaga gerakan denyut jantung,aliran darah, remasan usus, kornea mata, dan segala sesuatu yang merupakanbagian tubuh manusia.
Selanjutnya ayattadi menandaskan bahwa Allah Swt itu tidak mengantuk dan tidak tidur. Dia tidakmengantuk, berarti selalu siaga, cermat, saksama, di dalam mengurus makhluk-Nya.Seandainya Allah sampai lengah sekajap saja ketika memutar bumi pada porosnya,maka sekejap pula bumi berhenti bergerak. Saat berhenti yang sekejap itu pastimenimbulkan keguncangan yang luar biasa sehingga semua yang berada di permukaanmaupun di dalam bumi akan hancur berantakan. Tetapi Allah tidak mengantuk, apalagi tertidur. Dia tidak memerlukan istirahat dan tidak pula inginberistirahat. Dia, atas kehendak-Nya sendiri yang bebas, tidak karena dorongansiapapun dan tidak untuk meraih hasil apapun bagi Diri-Nya, selalu bekerjamengatur segala sesuatu.
Ayat Kursi yangsedang kita bahas ini kemudian menyatakan: “Kepunyaan Allah segala sesuatuyang di langit dan segala yang di bumi.” Miliran bintang yang berhimpun didalam gugusan Bima Sakti adalah milik Allah, dan miliaran bintang lain yang adadi luar Bima Sakti juga milik Allah. Seluruh gunung, bukit, danau, sungai,laut, yang ada di muka bumi, dan setiap batang pohon serta setiap jenis hewanadalah milik Allah. Begitu pula setiap manusia yang hidup di dunia, sejak yangpertama yaitu Adam As. sampai dengan manusia terakhir yang masih ada ketikaKiamat tiba, adalah kepunyaan Allah Swt. Maka menjadi hak Allah untukmenentukan segala sesuatu, termasuk memberi perintah, larangan, dan ketetapanhukum kepada manusia, sebagaimana Dia menentukan hukum-hukum-Nya bagi air,udara, batu, tanah, flora dan fauna.
Maka menjadi hakAllah pula untuk memberikan pahala kepada orang-orang yang patuh danmenjatuhkan siksa kepada mereka yang membangkang. Manusia hanya tahu, bila diaberpikir jernih, bahwa karena Allah itu Maha Pengasih dan Pemurah, segalaketetapan-Nya selalu baik bagi ciptaan-ciptaan-Nya termasuk manusia. HukumAllah tentang perputaran bumi pada porosnya, tentang grafitasi, tentangpenguapan dan pembekuan air, tentang pergerakan udara mengisi ruang-ruangkosong, tentang cara pembiakan tanaman dan hewan, masing-masing dan secarakeseluruhan telah menjadikan kehidupan dunia ini harmonis. Maka demikian pulaketetapan Allah untuk manusia, pasti baik untuk kehidupannya di dunia danakhirat. Orang yang menyadari hal itu akan patuh kepada Allah dengan suka reladan gembira. Dia akan menunaikan ibadah mahdhoh maupun mu’amalah,ritual maupun sosual, bukan karena terpaksa tetapi karena sadar akan kewajibandirinya sebagai makhluk kepada Al-Khalik.
Ayat tadi kemudianmenyatakan: Tidak ada yang dapat memberi syafaat di Sisi Allah kecualiatas ijin-Nya. Maksudnya, kelak pada hari Kiamat ada siapapun yang dapatmemberi pertolongan kepada seseorang, kecuali Allah sudah terlebih dahulumemberi ijin kepadanya. Rasulullah Saw akan memberi syafaat - pertolongan,kepada ummat beliau, sehingga orang yang mendapat syafa’at tersebut akanmerasakan ketenteraman dan kenikmatan di tengah situasi yang sangat berat itu.Hal itu dimungkkinkan bukan karena kehebatan Rasul, tetapi semata-mata karenaijin Allah Swt. Tidak semua orang yang hidup sezaman atau sesudah Nabi MuhammadSaw memperoleh syafaat. Hanya orang-orang tertentu yang memenuhi syaratsajalah yang dapat merasakan kenikmatan berada di bawah naungan syafaatRasul.
Mengapa demikian?Ayat 255 QS Al-Baqarah 2 meneruskan keterangannya: “Allah mengetahui apayang di belakang mereka (manusia) dan yang di depan mereka, sedangkan merekatidak mengetahui mengenai ilmu Allah kecuali sebatas yang Dia kehendaki untukdiketahui manusia.” Manusia dengan akalnya telah mengetahui banyak sekalikejadian beserta prosedur dan proses yang mewujudkan kejadian itu. Tetapi toh jauhlebih banyak lagi yang ghaib bagi manusia. Termasuk yang tidak dapatdiketahui manusia dengan jalan apapun adalah hal-hal mengenai Kiamat, sejakdari kapan terjadinya sampai dengan apa yang akan terjadi secara rinci padahari itu. Maka orang hanya dapat berbuat kebaikan selama berada di bumi sambilmengharapkan syafa’at Rasul, tanpa mengetahui apakah dia akanmemperolehnya kelak atau tidak mendapatkannya. Hanya Allah yang mengetahui haltersebut.
Bagian akhir dariayat yang sedang kita bahas menyatakan: “Kursi atau Kekuasaan Allah meliputilangit dan bumi; Dia yang menentukan segala sesuatu di sudut-sudut manapun darialam raya ini.” Apakah seekor zebra di sebuah padang gersang di Afrika, yang sedang berlarikencang dikejar singa pemangsanya, berhasil menyelamatkan diri atau menjadisantapan singa tersebut, Allah Swt yang menentukannya. Apakah sekuntum bungayang mekar di Istana Bunga Bogor berposes menjadi buah, karena ada kumbang yanghinggap padanya serta menjatuhkan serbuk sari dan menyatu dengan putik, ataudia menjadi layu karena pembuahan tidak terjadi, Allah Swt saja yangmenetapkannya. Apakah satu dari dua ratus lima puluh juta spermatozoa yang berpancar dari rahim suami akan menyatu denganindung telur yang telap siap di rahim isteri tatkala mereka berdua melakukanhubungan, Allah dan hanya Dia sendiri yang menetapkannya.
Alangkah banyaknyayang dilakukan Allah terhadap ciptaan-cptaan-Nya di jagad luas tak berbatasini. Tetapi Toh Dia menyatakan: Allah tidak merasa berat untuk memikulkeduanya, langit dan bumi. Banyak dan beratnya urusan Allah adalah menurutukuran manusia, bukan menurut Allah. Manusia harus tahu benar bahwa Dia Maha Tinggi lagi Maha Besar. Tidak adayang menyamai atau mendekati ketinggian maupun kebesaran-Nya. Sifat-sifatdemikian hanya ada pada Allah Swt. Itulah keyakinan tauhid yang harus dimilikioleh setiap orang yang beriman kepada-Nya.
Sakib Machmud
No. 125
Terima kasih memberi kecerahan hati.
BalasHapusAlhamdulillah syukur, al-ustadz Hermanto telah sukses menjalani operasi mata. Semoga sehat seterusnya. Amin3x. Salam hormat kami kepada al-ustadz Syakieb Machmud dan al-ustadz Salim Alfarisi Dimyatie.
BalasHapus(klobot)