Selasa, 15 Juni 2010

79. SOLIDARITAS DAN PERSATUAN ISLAM

Penyerangan tentara Israel atas kapal Mavi Marmara di perairan internasional Laut Tengah (Mediterranean Sea) di dekat Gaza (Gaza Strip) beberapa waktu yang lalu adalah tindakan brutal tentara Israel terhadap kapal yang membawa bantuan kemanusiaan untuk rakyat Palestina yang terisolasi di Gaza (Gaza Strip). Isolasi yang dilakukan Israel itu adalah untuk menekan Palestina. Sungguh kejam penyerangan itu, karena sesuai misinya, kapal kemanusiaaan tidak dilengkapi persenjataan militer, sehingga menimbulkan 9 korban tewas dan mencederai puluhan relawan lainnya.

Gaza terletak di Barat Daya Israel yang bentuknya memanjang. Panjang wilayah 45 km, lebar 5,7 km di beberapa bagian, dan 12 km di bagian yang lain. Jika dijumlah, luas Gaza yang berbatasan dengan Mesir (Egypt) itu adalah 365 km persegi. Lihat peta di atas.

Israel adalah negara yang lahir dari gerakan Zionisme, yaitu gerakan politik kaum Yahudi yang tersebar di seluruh dunia untuk kembali ke bukit Zion, di mana kota Yerusalem berdiri. Gerakan yang muncul pada abad 19 ini, ingin mendirikan sebuah negara Yahudi di tanah Palestina, yang saat itu dikuasai Kekaisaran Ottoman (Khalifah Ustmaniah), Turki. Gerakan Zionisme dipimpin oleh beberapa tokoh Yahudi antara lain Theodor Herzl dan Chaim Weizmann. Theodor Herzl menyusun doktrin Zionisme sejak 1882 yang kemudian disistematisasikan dalam bukunya ‘Der Judenstaat’ (Negara Yahudi) pada 1896. Doktrin ini dikonkritkan melalui Kongres Zionis Sedunia pertama pada 1897 di Basel, Swiss. Maka pada tanggal 14 Mei 1948, berdirilah negara Israel di tanah bangsa Palestina.

Sejak Israel didirikan 61 tahun lalu, maka sejak itu pula sejatinya Amerika (Serikat) – yang selalu dikatakan sebagai negara adi daya – telah bertekuk lutut di hadapan Israel, padahal berdirinya Israel adalah atas bantuan Amerika juga. Kenyataan sekarang, Amerika bukan lagi sebagai negara yang berdaulat di hadapan Israel, melainkan sudah menjadi alat Israel untuk menjajah dan melakukan kejahatan kemanusiaan di wilayah konflik dengan Palestina. Itulah ‘kelihayan’ orang-orang Yahudi, karena sebelum Israel berdiri, mereka selain sudah menguasai Amerika di bidang politik kini juga menguasai ekonominya.

Terhadap penyerangan Israel atas kapal Mavi Marmara, Presiden Amerika Barack Obama tidak segera mengecam dengan tegas penyeragan Israel atas kapal bantuan kemanusiaan itu, kecuali menyesalkan timbulnya korban, dan beberapa hari sebelum penyerangan itu Menlu Hillary Clinton berkomitmen akan tetap menjaga keamanan Israel. Amerika yang menjunjung tinggi demokrasi dan hak-hak asasi manusia (HAM), mencoba menutup mata atas segala kejahatan yang dilakukan oleh Zionis Israel. Sehingga, Israel terus melakukan kejahatannya, tanpa batas dan tidak dapat dihukum, karena semuanya itu adalah faktor Amerika yang selalu memberikan dukungan kepada Israel. Kejahatan Israel hanya bisa dihentikan oleh solidaritas dan persatuan yang kokoh ummat dan para pemimpin negara-negara Islam.

Konflik Israel-Palestina dilatar belakangi berbedaan pandangan yang berbeda baik di pihak Israel maupun Palestina mengenai pembagian teritorial. Sebagian menganjurkan penyingkiran teritorial total dari komunitas yang lainnya, sebagian lainnya menganjurkan solusi dua negara, dan sebagian lagi menganjurkan solusi dua bangsa dengan satu negara sekuler yang mencakup Gaza, Tepi Barat dan Yerusalem Timur. Di wilayah itulah sering terjadi konflik Israel – Palestina.

Berbeda dengan Israel, di Palestina sering terjadi konflik secara terbuka antara dua partai politik besar, yaitu antara Hamas, yang dipimpin oleh Ismail Haniya di Gaza dan Usamah Hamdan di Lebanon dengan Al Fatah, yang didirikan oleh Yasser Arafat, dan kemudian setelah wafat pada 2004, digantikan Mahmoud Abbas. Dalam pemilihan umum Palestina pada tahun 2006, Hamas menang dan berkuasa sepenuhnya di Gaza, sedangkan Al Fatah tetap menguasai Tepi Barat. Berulangkali terjadi krisis politik yang mengakibatkan konflik terbuka antara dua partai tersebut. Usaha-usaha melakukan rekonsiliasi antara Hamas dan Fatah, yang dimediasi pemimpin negara-negara Arab, tidak membuahkan hasil. Belakangan ini, Mahmoud Abbas selaku Presiden Palestina dan pemimpin Al Fatah mencoba lagi untuk menawarkan rekonsiliasi dengan Hamas.

Kita berharap kepada saudara-saudara kita di Palestina bertakwa kepada Allah dan bertaubat kepada-Nya, untuk bersatu di atas kebenaran, meninggalkan perpecahan dan perselisihan serta menghilangkan kesempatan musuh yang senantiasa ingin melemahkan dan menghancurkannya. Allah berfirman: “Sesungguhnya orang-orang mukmin adalah bersaudara karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu dan bertakwalah kepada Allah supaya kamu mendapat rahmat.” [QS Al Hujuraat (49): 10].

Pada akhir Desember 2008, di Gaza terjadi perang antara Israel dengan Hamas. Perang itu bertujuan untuk menghancurkan kekuatan Hamas yang bersikap radikal terhadap Israel. Dalam perang itu Hamas kalah, yang mengakibatkan lebih dari 1.350 warganya di Gaza tewas dan 10,250 lainnya luka-luka. Sejak itu, hampir tiga tahun belakangan ini, Israel membuat blokade yang mengakibatkan sekitar setengah juta rakyat Palestina di Gaza sekarang menderita. Akibat blokade itu, mereka kehilangan sarana pemenuhan kebutuhan sehari-hari, mulai dari bahan bakar minyak, listrik, air bersih, bahan makanan dan obat-obatan. Belum lagi stok makanan yang makin menipis.

Alasan itulah yang menjadi salah satu pendorong 12 relawan Muslim Indonesia bersama 700 relawan internasional lainnya bergerak menembus blokade Israel untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan. Mereka menembus blokade dengan kapal Mavi Marmara yang tergabung dalam konvoi lima kapal lainnya, dengan mengibarkan bendera Armada Kebebasan (Freedom Flotilla).

Allah SWT berfirman: "Dan bagi orang-orang yang apabila mereka diperlakukan dengan zhalim, mereka membela diri." [QS Asy Syuura (42): 39]. Dalam konteks ayat tersebut bangsa Palestina di Gaza dapat dikategorikan sebagai bangsa yang dizhalimi bangsa Yahudi yang kini mendiami tanah Palestina.

Allah SWT dalam firman-Nya: “Tolong menolonglah di atas kebaikan dan takwa.” [QS Al Maaidah (5): 2]. Dia juga berfirman: “Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebagian mereka (adalah) menjadi penolong sebagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma’ruf, mencegah dari yang mungkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat dan mereka ta’at kepada Allah dan Rasul-Nya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” [QS At Taubah (99): 71). Rasulullah SAW bersabda: “Seorang muslim adalah saudara muslim lainnya, ia tidak menzhaliminya, merendahkannya, menyerahkan (kepada musuh) dan tidak menghinakannya.” [HR Muslim].

Siapakah musuh ummat Islam? Allah SWT berfirman: “Sungguh akan kalian dapati orang-orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman adalah orang-orang Yahudi dan orang-orang yang mempersekutukan Allah (musyrik).” [QS Al Maaidah (5): 82]. Orang-orang Yahudi dan Musyrik itu adalah yang paling keras dalam berupaya untuk menghancurkan ummat Islam. Musuh-musuh itu sangat bernafsu untuk mencabut aqidah Islam yang suci dan mulia dari dada kaum Muslimin. Tak henti-hentinya mereka menyerang ummat Islam dengan pemikiran dan kekuatan mereka.

Maka sudah sewajarnya – bahkan wajib – bagi ummat Islam untuk membantu saudaranya yang tertindas dan diperangi oleh musuh-musuh Allah dan Rasul-Nya menurut kemampuan mereka masing-masing. Rasulullah SAW bersabda: “Perumpamaan orang-orang yang beriman dalam hal kecintaan, berkasih sayang, dan hubungan perasaan di antara sesama mereka adalah laksana satu tubuh. Apabila ada salah satu anggota tubuh yang kesakitan, maka semua anggota tubuh yang lain pun akan saling membantunya dengan merasakan tidak bisa tidur dan demam.” [HR Bukhari dan Muslim]. Hadits ini menunjukkan bahwa seorang Mukmin akan turut merasa susah dan sedih karena sesuatu yang membuat susah dan sedih saudaranya sesama Mukmin yang lain.

Do’a dan bantuan kita untuk mereka adalah wujud solidaritas dan persaudaraan di jalan Allah SWT. Oleh sebab itu wajib bagi kita ummat Islam dan para terutama pemimpin negara-negara Islam untuk bersatu padu dengan keimanan untuk mendapatkan kemenangan menghadapi Israel dan menghilangkan kezhaliman atas rakyat Palestina supaya mereka bisa hidup mulia.

Allah SWT berfirman: “Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong (agama)-Nya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha kuat lagi Maha Perkasa.” [QS Al Hajj (2): 40]. Allah SWT juga berfirman: “Jika Allah menolong kalian, maka niscaya tidak akan ada yang dapat mengalahkan kalian. Namun, jika Allah membiarkan kalian (tidak memberikan pertolongan), maka siapakah lagi yang dapat menolong kalian setelah-Nya. Maka kepada Allah sajalah hendaknya orang-orang mukmin itu bertawakal.” [QS Ali Imran (3): 160]. Kita, kaum Muslimin harus senantiasa yakin bahwa Allah SWT akan memberikan kemenangan kepada siapa saja yang memperjuangkan tegaknya agama yang hanif ini. [Hermanto]

8 komentar:

  1. Bersatulah negara-negara Islam terutama di sekitar Israel. Perangi mereka, dorong ke laut sampai orang-orang Israel tercebur semuanya. Saya cenderung pada konsep penyingkiran orang-orang Yahudi dari wilayah Palestina yang dikuasai Israel, karena orang-orang Yahudi seperti halnya orang-orang musyrik adalah yang paling keras memusuhi orang-orang beriman.

    BalasHapus
  2. Benar sekali, kejahatan Israel hanya bisa dihentikan oleh solidaritas dan persatuan yang kokoh dari ummat dan negara-negara Islam. Dengan begitu dunia internasional akan melihat ‘kekuatan’ Islam. ‘Freedom Flotilla’ setidaknya telah mendorong Israel membuka blokade Gaza di beberapa titik, dan penyaluran bantuan kemanusiaan di Gaza konon akan dilakukan PBB. Tanpa mengurangi penghargaan kita kepada para relawan yang dipulangkan, lain kali hendaknya mereka menolak dideportasi dan memilih berada di penjara-penjara Israel. Itu akan menjadi sebuah kisah yang sangat penting, dan akan memberikan sebuah dorongan yang luar biasa bagi setiap orang, khususnya yang memiliki rasa kemanusiaan untuk membebaskan bangsa Palestina secara keluruhan. Wallahu’alam.

    BalasHapus
  3. Assalamu’alaikum ustadz. Sejauh mana AS sudah tunduk pada Israel, mungkin bisa djelaskan lebih lanjut, karena hal ini sangat menarik perhatian saya, dan mungkin juga bagi pembaca yang lain. Terimakasih. Wassalamu’alaikum wr.wb.

    BalasHapus
  4. Kita lihat saja perkembangannya nanti, jika blokade tak dibuka dan bantuan kemanusian untuk rakyat Palestina tak juga tersalurkan, kita harus dukung upaya Turki untuk mengirim kapal-kapal bantuan lagi.

    BalasHapus
  5. Bentrok yang sering terjadi antara Israel dengan Paklestina bukan hanya antara pasukan bersenjata Israel dengan militan bersenjata Palestina, tetapi justru militer Israel tak henti-hentinya membunuh rakyat sipil, wanita dan anak-anak Palestina, sebagai upaya pelemahan generasi penerus militan Palestina. Itu konsep penyingkiran rakyat Palestina dari wilayah Palestina yang direbut Israel.

    BalasHapus
  6. assalamualaikum wr., wb., alhamdulillah tulisan bapak banyak memberi masukan kepada kami, kami menjadi lebih mengerti mengapa amrik berkomplot sama kaum zionis. mangkanya saya berpendapat untuk tidak usah mengharap-harap dan mengelu-elukan kedatangan obama.
    dewasa ini apa saja yang dilakukan kaum zionis israil nampak sah dan dibenarkan khususnya oleh amrik, termasuk pengembangan nuklirnya! beda dengan upaya yang sama yang dilakukan iran, korut, dll. betapa sangat tidak adil. wassalam.

    BalasHapus
  7. Sebaiknya Obama tidak usah datang ke Indonesia, sebab kalau dia datang dan tewas ditembak teroris di Indonesia, kita disalahkan dunia dan dicap sebagai bangsa tak bisa menghormati tamu. Program nuklir Iran meskipun untuk maksud damai dikecam AS, karena AS khawatir akan membahayakan Israel, kalau Iran sampai buat rudal nuklir.

    BalasHapus
  8. Sebenarnya konflik di Palestina bukan hanya antara Hamas dan Al fatah, tetapi juga terjadi konflik internal di organisasi Al Fatah yang dipimpin Mahmud Abbas, yang menguasai Tepi Barat. Al Fatah telah melakukan kerjasama dengan Israel dan AS, yang justru menciptakan kemunduran misi perdamaian di Timur Tengah, karena Al sudah kehilangan posisi tawar dengan pemerintah Israel dan AS. Sepertinya, Abbas hanya menjalankan misi dari Israel dan AS, yang tujuannya mengeliminir kekuatan Hamas di Gaza, termasuk ikut dalam invasi Israel ke Gaza.
    Sakit hati Abbas, karena tersingkir dari Gaza, menyebabkan dia pemimpin Otoritas Palestina ini ‘berdagang’ dengan Israel dan AS menghancurkan Hamas melalui sebuah agresi milier di bulan DesemberJanuari 2008 lalu. Inilah sebuah kekejian yang dilakukan Otoritas Palestina, yang dipimpin oleh Mahmud Abbas. Sekarang Otoritas Palestina menangkap dan menahan ratusan personil Hamas yang ada di Tepi Barat, yang bekerjasama dengan fihak Israel. Semuanya itu tujuannya untuk mengeliminir Hamas yang ada di Tepi Barat. Karena itulah Abbas berusaha memperbaiki citranya dengan menawarkan rekonsiliasi kepada Hamas seperti dijelaskan dalam tulisan ustadz di atas. Semoga para elite politik Palestina segara kembali sadar pentingnya persatuan ummat.

    BalasHapus