Penyerangan tentara Israel atas kapal Mavi Marmara di perairan internasional Laut Tengah (Mediterranean Sea) di dekat Gaza (Gaza Strip) beberapa waktu yang lalu adalah tindakan brutal tentara Israel terhadap kapal yang membawa bantuan kemanusiaan untuk rakyat Palestina yang terisolasi di Gaza (Gaza Strip). Isolasi yang dilakukan

Sejak Israel didirikan 61 tahun lalu, maka sejak itu pula sejatinya Amerika (Serikat) – yang selalu dikatakan sebagai negara adi daya – telah bertekuk lutut di hadapan Israel, padahal berdirinya Israel adalah atas bantuan Amerika juga. Kenyataan sekarang, Amerika bukan lagi sebagai negara yang berdaulat di hadapan
Terhadap penyerangan Israel atas kapal Mavi Marmara, Presiden Amerika Barack Obama tidak segera mengecam dengan tegas penyeragan Israel atas kapal bantuan kemanusiaan itu, kecuali menyesalkan timbulnya korban, dan beberapa hari sebelum penyerangan itu Menlu Hillary Clinton berkomitmen akan tetap menjaga keamanan Israel. Amerika yang menjunjung tinggi demokrasi dan hak-hak asasi manusia (HAM), mencoba menutup mata atas segala kejahatan yang dilakukan oleh Zionis
Konflik Israel-Palestina dilatar belakangi berbedaan pandangan yang berbeda baik di pihak
Berbeda dengan Israel, di Palestina sering terjadi konflik secara terbuka antara dua partai politik besar, yaitu antara Hamas, yang dipimpin oleh Ismail Haniya di Gaza dan Usamah Hamdan di Lebanon dengan Al Fatah, yang didirikan oleh Yasser Arafat, dan kemudian setelah wafat pada 2004, digantikan Mahmoud Abbas. Dalam pemilihan umum Palestina pada tahun 2006, Hamas menang dan berkuasa sepenuhnya di
Kita berharap kepada saudara-saudara kita di Palestina bertakwa kepada Allah dan bertaubat kepada-Nya, untuk bersatu di atas kebenaran, meninggalkan perpecahan dan perselisihan serta menghilangkan kesempatan musuh yang senantiasa ingin melemahkan dan menghancurkannya. Allah berfirman: “Sesungguhnya orang-orang mukmin adalah bersaudara karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu dan bertakwalah kepada Allah supaya kamu mendapat rahmat.” [QS Al Hujuraat (49): 10].
Pada akhir Desember 2008, di Gaza terjadi perang antara
Alasan itulah yang menjadi salah satu pendorong 12 relawan Muslim Indonesia bersama 700 relawan internasional lainnya bergerak menembus blokade Israel untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan. Mereka menembus blokade dengan kapal Mavi Marmara yang tergabung dalam konvoi
Allah SWT berfirman: "Dan bagi orang-orang yang apabila mereka diperlakukan dengan zhalim, mereka membela diri." [QS Asy Syuura (42): 39]. Dalam konteks ayat tersebut bangsa Palestina di
Allah SWT dalam firman-Nya: “Tolong menolonglah di atas kebaikan dan takwa.” [QS Al Maaidah (5): 2]. Dia juga berfirman: “Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebagian mereka (adalah) menjadi penolong sebagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma’ruf, mencegah dari yang mungkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat dan mereka ta’at kepada Allah dan Rasul-Nya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” [QS At Taubah (99): 71). Rasulullah SAW bersabda: “Seorang muslim adalah saudara muslim lainnya, ia tidak menzhaliminya, merendahkannya, menyerahkan (kepada musuh) dan tidak menghinakannya.” [HR Muslim].
Siapakah musuh ummat Islam? Allah SWT berfirman: “Sungguh akan kalian dapati orang-orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman adalah orang-orang Yahudi dan orang-orang yang mempersekutukan Allah (musyrik).” [QS Al Maaidah (5): 82]. Orang-orang Yahudi dan Musyrik itu adalah yang paling keras dalam berupaya untuk menghancurkan ummat Islam. Musuh-musuh itu sangat bernafsu untuk mencabut aqidah Islam yang suci dan mulia dari dada kaum Muslimin. Tak henti-hentinya mereka menyerang ummat Islam dengan pemikiran dan kekuatan mereka.
Maka sudah sewajarnya – bahkan wajib – bagi ummat Islam untuk membantu saudaranya yang tertindas dan diperangi oleh musuh-musuh Allah dan Rasul-Nya menurut kemampuan mereka masing-masing. Rasulullah SAW bersabda: “Perumpamaan orang-orang yang beriman dalam hal kecintaan, berkasih sayang, dan hubungan perasaan di antara sesama mereka adalah laksana satu tubuh. Apabila ada salah satu anggota tubuh yang kesakitan, maka semua anggota tubuh yang lain pun akan saling membantunya dengan merasakan tidak bisa tidur dan demam.” [HR Bukhari dan Muslim]. Hadits ini menunjukkan bahwa seorang Mukmin akan turut merasa susah dan sedih karena sesuatu yang membuat susah dan sedih saudaranya sesama Mukmin yang lain.
Do’a dan bantuan kita untuk mereka adalah wujud solidaritas dan persaudaraan di jalan Allah SWT. Oleh sebab itu wajib bagi kita ummat Islam dan para terutama pemimpin negara-negara Islam untuk bersatu padu dengan keimanan untuk mendapatkan kemenangan menghadapi
Allah SWT berfirman: “Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong (agama)-Nya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha kuat lagi Maha Perkasa.” [QS Al Hajj (2): 40]. Allah SWT juga berfirman: “Jika Allah menolong kalian, maka niscaya tidak akan ada yang dapat mengalahkan kalian. Namun, jika Allah membiarkan kalian (tidak memberikan pertolongan), maka siapakah lagi yang dapat menolong kalian setelah-Nya. Maka kepada Allah sajalah hendaknya orang-orang mukmin itu bertawakal.” [QS Ali Imran (3): 160]. Kita, kaum Muslimin harus senantiasa yakin bahwa Allah SWT akan memberikan kemenangan kepada siapa saja yang memperjuangkan tegaknya agama yang hanif ini. [Hermanto]
Bersatulah negara-negara Islam terutama di sekitar Israel. Perangi mereka, dorong ke laut sampai orang-orang Israel tercebur semuanya. Saya cenderung pada konsep penyingkiran orang-orang Yahudi dari wilayah Palestina yang dikuasai Israel, karena orang-orang Yahudi seperti halnya orang-orang musyrik adalah yang paling keras memusuhi orang-orang beriman.
BalasHapusBenar sekali, kejahatan Israel hanya bisa dihentikan oleh solidaritas dan persatuan yang kokoh dari ummat dan negara-negara Islam. Dengan begitu dunia internasional akan melihat ‘kekuatan’ Islam. ‘Freedom Flotilla’ setidaknya telah mendorong Israel membuka blokade Gaza di beberapa titik, dan penyaluran bantuan kemanusiaan di Gaza konon akan dilakukan PBB. Tanpa mengurangi penghargaan kita kepada para relawan yang dipulangkan, lain kali hendaknya mereka menolak dideportasi dan memilih berada di penjara-penjara Israel. Itu akan menjadi sebuah kisah yang sangat penting, dan akan memberikan sebuah dorongan yang luar biasa bagi setiap orang, khususnya yang memiliki rasa kemanusiaan untuk membebaskan bangsa Palestina secara keluruhan. Wallahu’alam.
BalasHapusAssalamu’alaikum ustadz. Sejauh mana AS sudah tunduk pada Israel, mungkin bisa djelaskan lebih lanjut, karena hal ini sangat menarik perhatian saya, dan mungkin juga bagi pembaca yang lain. Terimakasih. Wassalamu’alaikum wr.wb.
BalasHapusKita lihat saja perkembangannya nanti, jika blokade tak dibuka dan bantuan kemanusian untuk rakyat Palestina tak juga tersalurkan, kita harus dukung upaya Turki untuk mengirim kapal-kapal bantuan lagi.
BalasHapusBentrok yang sering terjadi antara Israel dengan Paklestina bukan hanya antara pasukan bersenjata Israel dengan militan bersenjata Palestina, tetapi justru militer Israel tak henti-hentinya membunuh rakyat sipil, wanita dan anak-anak Palestina, sebagai upaya pelemahan generasi penerus militan Palestina. Itu konsep penyingkiran rakyat Palestina dari wilayah Palestina yang direbut Israel.
BalasHapusassalamualaikum wr., wb., alhamdulillah tulisan bapak banyak memberi masukan kepada kami, kami menjadi lebih mengerti mengapa amrik berkomplot sama kaum zionis. mangkanya saya berpendapat untuk tidak usah mengharap-harap dan mengelu-elukan kedatangan obama.
BalasHapusdewasa ini apa saja yang dilakukan kaum zionis israil nampak sah dan dibenarkan khususnya oleh amrik, termasuk pengembangan nuklirnya! beda dengan upaya yang sama yang dilakukan iran, korut, dll. betapa sangat tidak adil. wassalam.
Sebaiknya Obama tidak usah datang ke Indonesia, sebab kalau dia datang dan tewas ditembak teroris di Indonesia, kita disalahkan dunia dan dicap sebagai bangsa tak bisa menghormati tamu. Program nuklir Iran meskipun untuk maksud damai dikecam AS, karena AS khawatir akan membahayakan Israel, kalau Iran sampai buat rudal nuklir.
BalasHapusSebenarnya konflik di Palestina bukan hanya antara Hamas dan Al fatah, tetapi juga terjadi konflik internal di organisasi Al Fatah yang dipimpin Mahmud Abbas, yang menguasai Tepi Barat. Al Fatah telah melakukan kerjasama dengan Israel dan AS, yang justru menciptakan kemunduran misi perdamaian di Timur Tengah, karena Al sudah kehilangan posisi tawar dengan pemerintah Israel dan AS. Sepertinya, Abbas hanya menjalankan misi dari Israel dan AS, yang tujuannya mengeliminir kekuatan Hamas di Gaza, termasuk ikut dalam invasi Israel ke Gaza.
BalasHapusSakit hati Abbas, karena tersingkir dari Gaza, menyebabkan dia pemimpin Otoritas Palestina ini ‘berdagang’ dengan Israel dan AS menghancurkan Hamas melalui sebuah agresi milier di bulan DesemberJanuari 2008 lalu. Inilah sebuah kekejian yang dilakukan Otoritas Palestina, yang dipimpin oleh Mahmud Abbas. Sekarang Otoritas Palestina menangkap dan menahan ratusan personil Hamas yang ada di Tepi Barat, yang bekerjasama dengan fihak Israel. Semuanya itu tujuannya untuk mengeliminir Hamas yang ada di Tepi Barat. Karena itulah Abbas berusaha memperbaiki citranya dengan menawarkan rekonsiliasi kepada Hamas seperti dijelaskan dalam tulisan ustadz di atas. Semoga para elite politik Palestina segara kembali sadar pentingnya persatuan ummat.